November 12, 2009 at 2:20 pm (puisi)

 

di trotoar ku melihat
tersimbah darah nya
di dekat tanaman bunga
terjejer rapi
di tepi jalan tergeletak beraneka senjata
terserak
tercerai berai
nyawa-nyawa tak mengerti dosa
tak mengerti indah neraka
tak mengerti indah dunia
mati sudah mereka terserak
bersebelahan senjatanya
senapan menembus
dada
kepala
kaki
perut
menceraikan isi raga
menghancurkan keheningan
menghancurkan pintu-pintu neraka
aku masih hidup
di dalam raga lunglai
menatap kematian
menatap keindahan maut
menjemput mereka
pahlawan

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

sketsa

Oktober 12, 2009 at 9:35 pm (puisi)

tertatih merak berjalan
tak kuasa angkat bulu bulu indahnya
terpuruk terbujur dalam keindahan
begitu indah…
di terpa angin
terjatuh berserakan
pasrah pada buaian sang angin
tertabur terberai jatuh di bumi
sakura
begitu indah…
adakah aku mati dalam keindahan..
adakah aku mati dalam kenangan indah..
tebarkan ke baikan sepanjang hidupku
adakah?

tertatih merak berjalan

tak kuasa angkat bulu bulu indahnya

terpuruk terbujur dalam keindahan

begitu indah…

di terpa angin

terjatuh berserakan

pasrah pada buaian sang angin

tertabur terberai jatuh di bumi

sakura

begitu indah…

adakah aku mati dalam keindahan..

adakah aku mati dalam kenangan indah..

tebarkan ke baikan sepanjang hidupku

adakah?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

abadi

Mei 5, 2008 at 8:53 am (puisi)

seperti kesempurnaan terpinta
mawar terekah
matahari terpancar

kelopak mata jiwa merekah
latar damai
geliat bayu
membaur terburai berwangian melati

tiada berubah setiap itu
terlalu selalu begitu
dan menarik mata dewa
hembuskan nafas surgawi

bernyanyi pada angkasa
satu toreh indah
pada Kuasa

merobek setiap jiwa lara
menjejak pada pasir pasir
di setiap jengkal langkah matahari

abadi

Permalink 1 Komentar

kematian

Mei 3, 2008 at 10:23 pm (puisi)

kematian
kematian
kematian

ada takut
ada kedamaian
ada gelisah
ada tenang

kematian
kematian
kematian

kewajiban kehidupan
menelaah sejauh waktu
tertawa pada bintang lampau
maya
semu
terbelenggu bisu

kematian
kematian
kematian

ada rindu
ada cinta
ada sakit
ada abstrak
ada pengertian

tanpa batas
tanpa ruang
tanpa elegi

luruh
satu
pasti
absolut

pada satu asal
dalam akhirnya

kematian
kematian
kematian

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

dekat indah

Mei 3, 2008 at 9:55 pm (puisi)

perdu itu indah
begitu indah
saat ku dekat
ku terjerat
duri perdu

mawar itu indah
begitu indah
saat ku pegang tangkainya
tertusuk ku

bisa dekatkah aku
pada indah itu?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »